Thursday, April 12, 2012

Kereta Api

Klo bicara moda transportasi, kayak yg gw post sebelumnya.. Dijawa gw lebih prepare kereta api, dengan daya jangkau ke kota2 besar seluruh jawa n kita bisa santai menikmati indahnya perjalanan melewati desa n kota yg namanya dulu gw kenal dari novel silat wiro sableng or komik2nya djair..

Tapi ga tau kenapa beberapa bulan ini gw mulai mengalami kekecewaan. Dari sistem tiketing yg semakin belibet n bukannya mempermudah malah bikin tambah lama, pemeliharaan peralatan yg berantakan, n u know what? Gw paling geli ama yg namanya kecoa, bukan!! Gw bukan takut, cuma rada minder aja ama mereka. Tapi sekarang gw jadi akrab ama kecoa karena sering tidur bareng n itu di kereta executive class!! Can u f'kin imagine that.. Darn!!

Setelah mulai bulan februari ga ada ruang buat perokok kayak gw dikereta jurusan cirebon, karena da dilarang, n sekarang lu tau gw dimana?

Gw terdampar di sebuah stasiun kecil bernama klari disebabkan.. Bukan sob, bukan karena rodanya kempes.. Tapi karena ada rel patah beberapa kilo meter dari sini..

REL PATTAAH!!!!

C'mon get real boss.. Gw tau barang ciptaan tuhan aja bisa rusak klo ga dirawat so apalagi barang ciptaan manusia.. n lu liat kalimat gw kan?

KLO GA DIRAWAT!!

Kemane para inspektor lapangan lu? Dimane para pekerja perawatan bulanan lu? ntu rel kan dilewatin tiap hari, pasti rusaklah.. gw jg yakin pasti ada lah yg kebagian kerjaan ngechek, gw juga kerja di tempat yg bergaul ama besi n kita ada daily, monthly, annual, yearly bahkan 3 or 5 tahunan n melibatin pihak luar lagi.. So gw yakin banget lu ada..

Waktu, buat orang2 kecil kayak gw berharga banget, so pliss buat kalian yg kerjanya dinilai dari kepuasan pelanggan untuk lebih care lagi akan pelanggan2 kalian..

Gw cinta ama kereta api tapi kayak orang pacaran, klo dikhianati ketulusan cinta kita terus2an, lama2 cinta kita pun akan berpaling ke yg lain..

So pliss..

Jangan sakiti hati kami..

Just answer our love with ur love too on maintenance..

Yang mencintaimu dengan penuh ketulusan,
AOB

-end-

It's easier to ask a dumb question than it is to fix a dumb mistake.
Work safe today, Heaven can wait.

Sunday, March 25, 2012

P3K Pada Gigitan Ular

Sehubungan dengan seringnya gw maen di remote area, maka sering juga gw ketemu makhluk2 eksotis ciptaan yang kuasa yang laen, bahkan berinteraksi dengan mereka. Dari kejar2an dengan landak, babi hutan numpang lewat, sisa makan malem macan kumbang yang teronggok di batang pohon, biawak gede yang numpang lewat, bahkan ketemu dengan suku anak dalam yang jarang banget nampakin diri di tempat umum. Nah, yang paling sering lagi adalah ketemu dengan spesies reptil2an dan beruntungnya gw belum sempat berinteraksi dengan yang berbisa (n klo bisa jangan dah) walopun klo yang ga terlalu bahaya sering. kayak buaya yang lagi sunbathing, ular sawo yang panjangnya naudzubillah dan lain2.


Nah sehubungan dengan seringnya ketemu tersebut maka rekan2 kerja gw sering gw ingetin tentang mereka yang hidup disekitar kita n paling gak cara pertolongan pertama deh, klo ga sengaja mereka iseng ngemut kita gara2 kita ngusik mereka, hehehe..


Untuk diketahui, di dunia ini ada sekitar 2700 jenis ular, di Indonesia sendiri terdapat + 380 jenis ular yang diketahui. Dari 380 Jenis ular itu, sekitar 55 jenis adalah ular laut yang jarang banget kita temui dan dari 380 jenis ular tersbeut, hanya sekitar 33 jenis doang yang memiliki bisa mematikan dan berbahaya bagi kita2.

Selebih ?

Gak bahaya, eksotis dan bahkan membantu manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan memangsa hama tikus di alam bebas.


Saturday, March 24, 2012

BBM - Bener Bener Musingin

Dalam perjalanan kerja gw kemaren ga sengaja gw baca artikel dari salah satu idola gw jaman dulu yang da lama banget ga gw denger lagi kabarnya.. (tumben banget gw baca hal2 yang sedikit serius, hehehe..) 

JAYA SUPRANA

Bukan karena beliau ga eksis, tapi lebih ke gw-nya males baca berita, hehehe..

Gw tergelitik sama kelirumologinya tentang BBM, makanya gw posting biar jadi pengingat biar gw pribadi ga lupa, berikut artikelnya :
Kelirumologi BBM
Oleh Jaya Suprana dari artikel Kompas tanggal 21 Maret 2012



Akibat keyakinan bahwa Indonesia adalah negara kaya raya, sekaligus produsen minyak bumi, sulit bagi saya untuk mengerti mengapa Pemerintah Indonesia harus gelisah akibat kenaikan harga minyak bumi di pasar dunia.

Bukankah seharusnya apabila harga minyak bumi meningkat, pemerintah kita riang gembira bahkan berbahagia sebab bisa panen profit? Kalau ternyata malah gelisah, pasti ada udang di balik batu alias ada yang keliru di perminyakbumian Indonesia.

Saya pun mencoba menerawang kekeliruan itu dengan lensa kelirumologi berbekal bahan data dan informasi dari teman-teman yang lebih menguasai seluk-beluk perminyakbumian nasional maupun internasional.

Ternyata dugaan saya tidak keliru. Banyak kekeliruan anggapan tentang perminyakbumian yang telanjur mengendap di benak saya. Misalnya, anggapan bahwa Indonesia kaya raya minyak bumi ternyata keliru. Dibandingkan dengan kekayarayaan negara-negara produsen minyak bumi lain, sebenarnya Indonesia miskin. Juga keliru, anggapan bahwa Indonesia adalah produsen minyak bumi sebab Indonesia sudah bukan anggota perhimpunan negara-negara produsen minyak bumi, OPEC, akibat kini memang sudah tidak layak lagi disebut sebagai negara produsen. Impor yang lebih besar dari ekspor membuat Indonesia lebih layak disebut importir.

Meski bumi Indonesia mengandung minyak bumi, dengan alasan mutu terlalu tinggi untuk konsumsi dalam negeri, kita malah mengekspor minyak bumi. Dana hasil ekspor digunakan untuk mengimpor minyak bumi dengan mutu lebih rendah untuk konsumsi dalam negeri.

Dana hasil ekspor lebih besar ketimbang dana untuk impor sehingga kondisi yang terkesan rumit berbelit-belit itu tetap dilaksanakan, bahkan sudah menjadi semacam kelaziman yang tidak boleh diubah! Sayang, kini kondisi surplus itu berubah akibat volume konsumsi dalam negeri membengkak. Ini masih ditambah beban subsidi sehingga surplus berubah menjadi defisit pada ekspor-impor minyak bumi Indonesia.

Saran saya untuk menghentikan ekspor minyak mutu tinggi demi dialihkan ke pemenuhan kebutuhan dalam negeri dianggap tidak relevan oleh para ahli. Soalnya, kapasitas produksi sudah jauh ketinggalan ketimbang volume konsumsi dalam negeri yang telanjur membengkak!

Defisit itulah sumber kegelisahan Pemerintah RI menghadapi kenaikan harga minyak bumi di pasar dunia dan kembali terjebak dilema klasik antara menaikkan atau tidak menaikkan harga BBM. Padahal, keputusan apa pun ujung-ujungnya pasti menyengsarakan rakyat. Ibarat Hamlet tidak perlu bingung menghadapi dilema to be or not to be sebab sudah jelas siapa yang akan menjadi korban.

Solusi

Berdasarkan temuan Pusat Studi Kelirumologi, salah satu kekeliruan utama yang lazim timbul pada upaya pemecahan masalah adalah memubazirkan energi lahir batin: bukan demi memberi solusi, melainkan malah gigih dan sengit saling menyalahkan. Selaras dengan kegemaran bangsa Indonesia mencari kambing hitam.

Menyadari keterbatasan diri saya yang mustahil lepas dari kekeliruan, saya tidak berani melibatkan diri dalam kemelut saling menyalahkan maupun adu pendapat mengenai harga BBM. Saya hanya berani memberi saran yang semoga berfaedah sebagai solusi jangka panjang pada salah satu kekeliruan: perilaku konsumsi energi.

Logika solusi pada masalah lebih besar pasak daripada tiang adalah membesarkan tiang agar lebih besar daripada pasak atau dalam kasus defisit minyak bumi Indonesia adalah membesarkan volume ekspor agar lebih besar daripada volume impor. Caranya dengan meningkatkan produksi minyak bumi mutu tinggi di dalam negeri untuk diekspor sehingga lebih besar daripada volume impor minyak bumi mutu rendah. Namun, sebenarnya masih ada cara lain agar tiang menjadi lebih besar ketimbang pasak, yaitu dengan menekan konsumsi minyak bumi dalam negeri. Gerakan hemat energi seyogianya jangan hanya berhenti sebagai slogan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Lingkungan Hidup, tetapi harus bisa mendarah daging sebagai salah satu bentuk kebudayaan bangsa Indonesia.

Akibat de facto pemborosan energi lebih banyak merajalela di kawasan urban ketimbang rural, sewajibnya masyarakat perkotaan lebih bertanggung jawab untuk menjabarkan gerakan Hemat Energi Nasional (HEN) ke sikap dan perilaku mereka.

Gerakan HEN bisa dimulai dari kebiasaan memadamkan lampu dan alat-alat rakus tenaga listrik saat tidak digunakan di rumah atau kantor sampai menghentikan kegiatan perkantoran seusai jam kerja demi bisa mematikan semua lampu sampai lift di luar jam kerja.

Perlu disadari pula bahwa sebenarnya Indonesia tidak hanya kaya raya minyak bumi, tetapi juga kaya raya sumber energi lain, seperti air, angin, matahari, gas bumi, sampai bioenergi. Semua itu siap didayagunakan untuk mengambil alih peran dan fungsi minyak bumi yang telah terbukti membawa banyak manfaat tetapi juga mudarat bagi bangsa dan negara Indonesia!

Jaya Suprana Pendiri Pusat Studi Kelirumologi

-end-

Sunday, March 18, 2012

Light Of The Family Part 2

Setelah hari jumat yang melelahkan (akad nikah tata lala) di rumah, hari sabtu tanggal 17 maret 2012 diisi oleh semua penghuni rumah di griya caraka dengan berleha2 aka kecapekan, hehehe.. termasuk gw dan bubun. Tapi diselah2 leyeh2 tersebut sempat terselip asa juga untuk memenuhi janji dengan bwan untuk ngajak doi renang. Janji yang sudah lama sekali dan belum sempat terealisasi dan bubun n gw pun sepakat untuk menghabiskan hari minggu besok dengan berenang bareng bwan.

Tapi rencana tinggal rencana, pukul 3 dini hari pada hari minggunya, si bubun bangunin gw dan ternyata ketuban da mulai pecah. gw pun dengan kepanikan seorang bapak muda yang ganteng segera menelpon ambulance RSB langganan dan bubun dengan kepanikan seorang ibu muda segera memanjatkan doa


melalui facebook di bb.. *krriiiiikkkk*

Sebenernya pertandanya da ada sih,

  1. Ga tau kenapa si bwan kemaren cengeeeng banget, kesenggol pake gagang sapu di kepala, nangis.. kesentuh jidatnye pake lutut gw, nangis.. dijitakin, nangis.. dicubitin, nangis, aneh banget kan?
  2. Sebaliknya malemnya malah bageur pisan, tumben2an, seumur2 jadi ayah doi, si bwan ngajakin bo2 jam setengah delapan malem, paling cepet mah bwan ngajakin bo2 jam 11 malem, itu pun satu dua kali.
  3. Dan tumben banget juga dia minta susu pagi jam 2 pake ngawal si bubun buatin susunya segala.
Dan nyata deh, jam 3 pagi serangan mules dimulai, hehehe..

Tapi alhamdulillah, untuk kelahiran putra ke-2 ini bisa dibilang sangat cepat, jam 7 pagi masih bukaan 1, jam 8.46 udah bukaan 8, baru aje gw nulis status, tiba2 da oek oek aje yang didalem.. kejadian deh gw ga nemenin si bubun, padahal baru jawab telpon sebenter doang ama apdet status, halaahhh..

Btw, ada serunya juga nih. Secara serangan mules kecil sebenernya da dimulai pada malam harinya, si bubun jadi ga bisa pules, dan ditambah perjalanan dan administrasi di RSB, jadi doi ga bisa bo2 sama sekali, dan saat proses bukaan per bukaan pun bubun kena serangan ngantuk yang maha hebat, padahal klo dalam proses mo lahiran seorang calon ibu ga boleh tidur, takut keterusan. Jadi deh gw kerja ekstra keras bikin bubun terjaga. Nah setelah lahiran, koq tiba2 status fb bubun jadi kek gini..


Ayah perjelas ya bun, dengan lemah lembut ayah bekerja keras agar bubun bisa tetap terjaga, susah banget bun.. bubun selalu aja tertidur, untung dengan kelembutan ayah, bunda tetep terjaga.. *puas banget bisa bales dendam, mwehehehehe..*

Akhirnya setelah proses yang cepat tersebut si baby pun lahir dengan selamat, seorang laki2, dengan berat 3.00 kg dan panjang 49 cm, sedikit mengkhawatirkan karena ketuban mulai sedikit hijau sehingga kudu diberi suntikan pencegah inspeksi, tapi tetap intinya sehat dan selamat.

Proses yang sedikit gw lupakan adalah penyiapan nama, gw sih da ada nama panggilan kayak Bwan dulu, untuk baby kali ini kami panggil Bumee dari sebelum dia lahir agar tetep adil sama kakaknya yang da duluan nyandang nama Bwana (buana = bumi = dunia). Titipan keluarga adalah Muhammad, dan nama belakang keluarga gw Bakrie. Seperti kata orang2 tua dulu, nama itu adalah doa, dan gw pengen ngasih nama yang ga berat buat new baby ini, jadi yang sulit adalah memberi jembatan diantara nama2 tersebut sehingga menghasilkan doa yang baik. Setelah proses yang panjang dan memakan waktu lumayan lama serta browsing sana sini, akhirnya ketemu juga. So we give the name of the baby..

Muhammad Bilal Bumee Bakrie
Muhammad = Nama junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Bilal = Air / Tetesan Embun dan nama sahabat nabi yang kesetiaannya tiada tara
Bumee = Dunia
Bakrie - Nama keluarga gw
So klo disambung, doa kita buat Bumee adalah Seorang lelaki dari keluarga Bakrie yang menyejukkan dunia seperti air ataupun tetesan embun pagi yang murni serta memiliki sifat setia dan berperilaku insyaallah mengikuti sunnah Rasul, mudah2an ga berat, Ammiinnn ya Rabb..

Oke, sementara itu dulu story for tonight. Da pukul 11 malem sob n gw kudu istirahat juga secara tenaga n pikiran ternyata banyak terkuras juga untuk hal2 indah seperti ini. So, selamat datang kedalam keluarga besar H.M. Bakrie dan H. Cobry Mentadjat ya nak, selamat datang juga didalam keluarga kecil ayah dan bunda mu ini, semoga hari2 kedepan akan lebih indah dan lebih baik dari hari ini, ammiinn..

Salam dari kk Bwan buat dd Bum2
-end-

Thursday, March 15, 2012

Cara untuk menaikkan PH air limbah di Ground Pit


Sebelum gw lupa, bulan kemaren gw dapet ilmu baru dari temen gw, Co. Man Pertamina bernama Yanu, kenapa gw publikasikan? karena ntar klo ada kesalahan, salahin doi ya, jangan gw, hehehe..

Disetiap pemboran selalu ada limbah yang dihasilkan, walaupun telah diatur sedimikian rupa dengan ground pit  closing system, tetap aja pada saat hujan yang berlebih, gw sering kelabakan moo dikemanain tuh limbah di pit 4 yang paling jernih karena kadang PH-nya dibawah 6 (normalnya antar 6 - 7 poin).

Nah, biasanya dengan ilmu turunan, kita akan kontrol tu limbah dengan penambahan chemical coustic soda/potas, tapi karena berdasarkan ilmu turunan dan kira2, kadang PH yang dihasilkan malah menjadi ketinggian, udah chemical habis banyak, hasilnya pun ga jelas, jadi ribet lagi deh tuh..

Nah, kemaren salah satu temen gw mengalami hal yang sama dan nanya ke gw dan dengan niat yang tulus ikhlas gw pun coba nyari2 di internet, ternyata SUSAHHHHH!!! GA KETEMU!!! 

Untunglah temen gw, Akang Yanu ngeliat gw bingung n iseng nanya dan gw pun iseng minta tolong, hehehe.. dan didapatkanlah Rumus dan  Komposisi coustic soda (NaOH) / Coustic potas (KOH) untuk menaikkan PH itu.

Caranya adalah :

Volume total Balong yang akan diberi NaOH/KOH (dalam satuan Barrel) dikalikan dengan +- 0,2 lbs/bbl (biasanya untuk menaikkan 2-3 point PH)  tergantung dari kondisi PH dari limbah yang akan di treathment (jadi diukur terus sampe dapet PH 6,5 - 7)
Hasilnya adalah dalam satuan pound (lbs) dikonversikan ke sax biasanya 1 sax itu 50 - 55 pound (lbs)

contoh soal :
Balong panjangnya 5 m, lebar 4 m, tinggi/dalam 3 m (biasanya sekitar 3 - 4 m)
maka luasnya = 5 x 4 x 3 = 36 m3
                                     = 36 x 6,29 = 226,44 bbl
misalnya PH = 4 
maka untuk naikin jadi +- 7 (PH air normal 6,5 - 7)
226,44 bbl x 0,2 lbs/bbl =  45,288 lbs

maka NaOH/KOH yang dibutuhkan untuk menaikkan PH limbah dari 4 ke 7 = 45,288/50 = 0,91 sax

cara treathment yang efektif dengan kondisi tanpa agitator atau elmot atau pengudek elektrik sebaiknya 0,91 sax tersebut di aduk dulu dalam drum dan airnya tersebut disebar secara merata ke balong atau yang paling sering dibuat yaitu drum dibolongin dan dialirin air dari atas untuk mengaduk chemical dan dibawah drum di buat proof dan dibuka dikit atau dikocorin dikit2, or ahhhh.. u know better lah.. hehehe..

-end-


Sejarah HSE Di Indonesia


Sebenarnya gw da lama banget pengen nulis tentang pekerjaan gw, paling ga pengen sharing atau paling minimal pengen ngingetin gw lagi baik teori maupun praktek yang pernah gw dapetin dalam pekerjaan gw ini. Kebetulan juga beberapa sahabat nyuruh gw juga untuk nulis tentang pekerjaan, jadi wlopun cuma sebatas sepengetahuan gw aja yang limited dan banyak lupanya ini, maka satu lagi edisi gw posting yaitu :

Edisi HSE/K3  *ledakin petasan sambil tereak rame, horeeee*

Kita mulai dari dasar dulu ya, sejarahnya HSE, eh, btw, HSEitu singkatan dari Health, Safety and Environment atau di Indonesia dikenal dengan K3, kesehatan, keselamatan dan lindung lingkungan.

Nah, sebenernye ni klo mo baca sejarah, taon 2040 SM, kang Hammurabi, rajanya babilonia udah pernah buat n berlakuin peraturan bangunan yang klo diliat2 sebenernye peraturan HSE or K3, doi ngasih nama peraturannya Kode Hammurabi or bahasa bulenya the code of Hammurabi.

Ni beberapa pasal diantaranya :
  1. Apabila seseorang membuat bangunan dan bangunan tersebut runtuh sehingga menimbulkan korban jiwa maka pembuat bangunan tersebut harus dihukum mati dan
  2. Apabila bangunan yang dibuat runtuh dan menimbulkan kerusakan pada hak milik orang lain maka pembuat bangunan harus mengganti semua kerusakan yang ditimbulkannya.

Bang Hippocrates, ahli fisika dari Yunani yang disebut2 sebagai bapak pengobatan juga pernah memberikan panduan perawatan cidera di kepala yang disebabkan kecelakaan sekitar tahun 400 SM saat berusaha menangani tetanus n membantu memeriksa wabah di sekitar Athena.

Selama awal Abad Pertengahan berbagai bahaya juga diidentifikasi, termasuk efek-efek paparan timbal dan mercury, kebakaran dalam ruang terbatas, serta kebutuhan alat pelindung perorangan.

Jadi sebenernya ni ilmu udah lama banget diberlakukan wlopun dengan cara yang sederhana bahkan dengan sedikit paksaan, hehehe..

Nah, balik ke Indonesia, agak sedikit sedih nih. Inget dong tentang cerita perbudakan, Sinyo2 dan jongos2nya, or kerja rodi? Yup, jaman pra-kemerdekaan kurang banget perhatian para tuan2 londo ama nenek moyang kita menyangkut keselamatan kerjanya, bener2 dilakukan eksploitasi tenaga kerja gede2an demi kepentingan mereka, mana mau mikirin kesehatan keselamatan kerja.

Monday, March 12, 2012

Mesjid - Sebuah kegalauan

Kemarin, saat ba'da dzuhur gw ceritanya ngajakin si bubun ama bwan untuk belanja bulanan. Saat lewat mesjid tiba2 si bwan nanya,

Bwan : koq mesjid ga ada orang yah? Klo hari minggu mesjid libur ya?
Gw : .....

Yup, gw bingung untuk ngasih jawaban pertanyaan cerdas seorang anak kecil yg umurnya belum nyampe 5 tahun dan jujur tu pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan gw juga.

Let me flash back to about 28 years ago saat gw sunat dikampung bokap, rumah kakek gw. Kakek gw kebetulan salah satu tetua kampung yg cukup disegani di tanjung batu dan kebetulan didepan rumahnya juga dibangun atas prakarsa kakek sebuah mushala gede.
Mushala itu wlopun cuma mushala tapi menjadi pusat berkembangnya pendidikan dini di kampung itu. Anak2 kecil belajar mengaji, mendengarkan cerita nabi, dan setelah selesai, kita pun belajar bersosialisasi dengan anak2 sebaya dengan main permainan yg sangat keren saat itu, bentengan, patok lele, gobak sodor (yg ini gw curiga diambil dari bahasa inggris go back to door), dll. Mushala itupun tampak selalu ramai penuh canda anak2 dan obrolan orang dewasa yg sedang bercengkrama tentang kondisi dunia maupun akhirat.

Move forward 10 years after it, still mesjid adalah tempat berkumpulnya umat islam dalam menuntut dan bertukar ilmu. Jadi ga akan kaget ngeliat jam 4 dini hari ada orang ngalungin sarung dileher menahan dingin pagi menuju mesjid2 terdekat atau anak2 laki2 kecil kejar2an pake sarung dimuka pura2 jadi ninja o'hara. Coba hal tersebut kita praktekin sekarang, gw curiga kita bakal digebukin massa yg ngira kita maling.

Ironi..

Setelah gw tamat sma sekitar tahun 1997, banyak mesjid yg mulai dikunci dan dibuka hanya saat jam shalat aja, apa bedanya dengan bioskop? Padahal mesjid semakin menjamur, terbukti hampir tiap kelurahan ada bahkan lebih dari 1. Di komplek gw aja ada 3 mesjid yg berdekatan yg klo azan kayak pake suara 2 dan 3, n padahal klo ga salah inget dulu guru agama gw ngajarin mesjid dibangun dengan jarak azan mesjid terdekat sudah samar2 terdengar. Oke, mungkin pengukurannya pake suara manusia bukan toa, make sense.. Tapi bukannya shalat jumat sah klo diikuti 40 orang atau lebih? Lha klo disatu komplek ada 2 or 3 mesjid bukannya bakal berkurang jamaahnya?

Sekarang gw jadi sedih n ga bisa njelasin ama anak gw tentang fenomena ajaib ini.. Apa semakin modern jaman maka akan semakin sepi mesjid? Ataukah karena mesjid da beralih fungsi menjadi tempat buat orang2 khusus aja?

Let me tell u my sad story saat gw tinggal di cirebon. Lu tau islamic center? Klo menurut salah satu web yg gw liat diinternet, tujuannya adalah "menampung dan mewadahi seluruh kegiatan islam didaerah sekitar ataupun luar daerah dalam rangka mencerdaskan masyarakat muslim dan menjalin silahturahmi sesama muslim". Oke, gw secara masyarakat awam, setuju banget dengan arti yg sejalan dengan nama dari islamic center tersebut. Terutama masalah silahturahmi.

Pada awalnya memang tempat tersebut *yang kebetulan luas* jadi tempat ortu kayak gw ngajak jalan anak saat pagi atau sore n bersilahturahmi dengan tetangga2 sekitar yang jarang ketemu karena kondisi masa kini yg emang membuat kita cuek dengan lingkungan sekitar, sehingga dari islamic center inilah gw jadi kenal pak ini yg tinggal dijalan ini atau bu itu yg tinggal di blok itu, serta anak gw bisa maen ama temen2 sebayanya. Tapi setahun terakhir tiba2 tembok tinggi didirikan dengan pagar2 terkunci, terus gw perhatiin kegiatan malah sering dipake buat nikahan doang, gw jadi bingung, koq islamic center jadi di privatisasi gini? Trus tujuannya tadi jadi gak sejalan lagi dong? Klo emang dah ubah fungsi, kudunya ubah nama juga dong, wedding center gitu.. *tepok jidat*

Beralih ke mesjid, gw sempet denger saat shalat jumat anak kecil disuruh ke syaf belakang aja *ini mungkin dikarenakan oknum anak2 yg sering ribut saat shalat* lha, ga semua anak bandel kan boss, la klo yg baek lu gabungin ama yg bandel apa ga jadi bandel semua tu anak2? Kan da ada contohnya di gedung rakyat *tepok jidat lagi*

Gw juga bandel waktu kecil, sering minggat saat ngaji, sering tereak2 saat shalat, tapi orang2 sekitar yg ngelarang gw, ngingetin gw, karena emang itu tugas kita sebagai orang tua n makhluk sosial.. Gw curiga jangan2 klo besok2 dimesjid tersebut masih kedengaran anak2 ribut ntar ustadznya bilang..

Anak2 dilarang shalat jumat ya, karena mengganggu ke-khusuk-an kita2 bo'.. Astaghfirullah.. Amit2..

Gw jadi inget kata2 seorang atheis albert einstein,
"Saya tidak pernah mengajari murid2 saya, saya hanya mencoba untuk menyediakan suasana dimana mereka bisa belajar"
Rasanya kata2 tersebut wlopun terucap dari seorang atheis boleh dipakai oleh seorang muslim.
Mari bimbing generasi penerus kita dengan menyediakan suasana yg nyaman, dan bagi gw pribadi, mesjid ada dilist no 1.

Semoga besok2 mesjid2 ga cuma jadi tempat shalat doang lagi, tapi jadi tempat menuntut ilmu kembali. Jadi klo si bwan nanya, koq mesjid sepi yah? Libur ya? Gw bisa jawab, mesjid ga pernah libur bwan, mereka sedang mengaji didalam dan kamu harus seperti mereka, sana ikut masuk..

*hanya sebuah kegalauan seseorang produk masa lalu, don't take it seriously*

-end-

It's easier to ask a dumb question than it is to fix a dumb mistake.
Work safe today, Heaven can wait.